MENGENAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Blog Tentang segala Disain dan Animasi

Tampilkan postingan dengan label Pengenalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengenalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2020

10 Peluang Atau Prospek Kerja Desain Komunikasi Visual Dan Gajinya


Bagi Kamu lulusan Desain Komunikasi Visual yang bingung untuk memilih bidang pekerjaan yang sesuai, tidak usah khawatir, karena sebenarnya ada beberapa prospek kerja desain komunikasi visual yang bisa dicoba. Apa saja prospek kerjanya? Ini dia beberapa diantaranya :
1. Web Desainer
Jasa Web Desainer belakangan ini sangat populer. Kamu bisa bekerja menjadi seorang freelancer atau karyawan kantoran. Banyaknya web online membuat bidang ini begitu populer.
Dengan bantuan seorang web desainer, para klien akan memiliki sebuah website sendiri dengan tampilan yang oke dan menarik. Paling tidak Kamu akan meraih sekitar 3 juta per bulan. Prospek kerja desain komunikasi visual satu ini cukup menjanjikan.

2. Visual Desainer
Bekerja dalam bidang ini Kamu akan meraih sekitar 3 juta rupiah per bulan. Bagi Kamu yang memiliki keahlian dalam visual desainer bisa memanfaatkan peluang ini.

3. Graphic Desainer
Pendapatan yang bisa seorang graphic desainer dapatkan berkisar 3 juta per bulan sama dengan jenis kerja desain komunikasi visual lainnya. Kamu tertarik mencobanya?
4. Ilustrator
Jasa seorang ilustrator juga memegang peranan yang amat penting. Dengan bantuan seorang ilustrator kita akan mudah melihat ilustrasi sebuah rancangan. Setidaknya Kamu akan meraih sekitar 3 atau 4 jutaan per bulan.
5. Creative Director
Tugas Cretaive Director ini seperti seorang pengarah yang mengarahkan karyawannya agar dapat memenuhi target serta kriteria yang diberikan oleh konsumennya. Gaji yang akan diperoleh sekitar 5 juta atau lebih per bulannya.
6. Art Director
Tugasnya yaitu sebagai pengarah di bidang seni pada sebuah acara. Gaji yang akan Kamu terima sekitar 4 juta per bulan.
7. Freelance Desainer

Pekerjaan ini sangat cocok untuk Kamu yang memang tidak menyukai pekerjaan yang terikat oleh waktu. Selain Kamu dapat menyesuaikan jadwal kerja. Penghasilan yang Kamu peroleh juga akan lebih tinggi dan bervariasi tergantung dari banyaknya job yang diterima dari klien.
Belakangan ini banyak perusahaan yang menyewa jasa dari seorang Freelance desainer dalam rangka untuk penghematan biaya. Kamu bisa mendapatkan kurang lebih sampai tiga juta per bulan.
8. Mobile Desain
Bekerja di bidang ini tentu akan membutuhkan keahlian yang mumpuni. Kamu bisa mendapatkan gaji sampai 5 juta atau lebih.
9. Fotografer
Bagi Kamu lulusan DKV atau Desain komunikasi visusl yang memang memiliki bakat tambahan di bidang fotografi. Maka, jadi seorang fotografer adalah pilihan yang bisa dicoba.
Kamu dapat mengedit maupun memperindah hasil jepretan dengan ilmu yang didapatkan selama kuliah. Gaji yang akan diperoleh sekitar 4 juta per projek.

10. Animator
Menjadi seorang animator adalah salah satu pilihan yang tepat. Banyaknya kartun yang menjamur juga semakin membuka kesempatan bagi para animator muda untuk berkarya. Apalagi kartun adalah tontonan yang diminati dan disaksikan oleh banyak orang.
Menjadi seorang animator adalah salah satu pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Semakin populer animasi yang dibuat otomatis akan semakin tinggi bayarannya. Apalagi jika perhitungannya dilakukan per-detik. Paling tidak Kamu akan meraih sekitar 4 juta per bulan.
Nah, itulah bebeberapa jenis prospek kerja desain komunikasi visual yang bisa ditekuni oleh Kamu yang memiliki ijazah jurusan tersebut. Dunia yang semakin berkembang ke arah digital juga sangat mendukung sehingga membuka peluangmu lebih lebar lagi.

5 Hal Yang Dipelajari Mahasiswa DKV, Wajib Jago Gambar Gak Sih?




Desain Komunikasi Visual (DKV) menjadi salah satu program studi yang banyak diincar selama beberapa tahun terakhir. Peluang kerja lulusannya semakin luas, mengingat komunikasi visual kini memegang peran penting di berbagai aspek kehidupan.
Identik dengan hal-hal berbau artistik, sebenarnya apa saja, sih yang dipelajari mahasiswa DKV? Gak cuma soal bisa menggambar, lho. Yuk, simak kelima kompetensi dasar para mahasiswa DKV berikut ini.

1. Versi mutakhir dari program studi Desain Grafis

5 Hal yang Dipelajari Mahasiswa DKV, Wajib Jago Gambar Gak sih?mashable.com
Prodi DKV adalah versi mutakhir dari Desain Grafis. Jika Desain Grafis hanya fokus pada karya visual 2D di media cetak, DKV merambah versi 3D dan visual bergerak yang kini lebih luas cakupannya.
Hampir semua perguruan tinggi kini sudah mengganti nama prodi Desain Grafis menjadi Desain Komunikasi Visual. Prodi ini gak hanya cocok buat calon mahasiswa yang punya minat tinggi pada dunia seni saja, lho.
Kamu yang terampil di bidang fotografi, videografi, dan mahir mengoperasikan software desain grafis juga cocok masuk ke prodi ini. Kamu bisa memoles keahlianmu jadi makin baik.

2. Menggabungkan ilmu komunikasi dengan unsur estetika

5 Hal yang Dipelajari Mahasiswa DKV, Wajib Jago Gambar Gak sih?Pexels/Negative Space
Pada dasarnya DKV adalah cabang ilmu komunikasi. Jika masih banyak orang di luar sana menganggap mahasiswa DKV harus jago menggambar, anggapan ini perlu diluruskan.
DKV bukan hanya soal seni visual saja, tapi menggabungkan ilmu komunikasi dengan unsur estetika. Bagaimana sebuah karya visual mampu menyampaikan pesan dengan tepat sasaran.
Sebelum diubah namanya menjadi DKV dari Desain Grafis, prodi ini lebih dulu dikenal sebagai Jurusan Periklanan. Mahasiswa dan lulusan DKV dibekali dengan kemampuan visual branding, mempublikasikan suatu ide atau proyek lewat karya visual.

3. Memahami unsur-unsur visual


5 Hal yang Dipelajari Mahasiswa DKV, Wajib Jago Gambar Gak sih?
ecoworld.vn
Jangan dikira mudah, unsur visual ada banyak komponennya seperti warna, tekstur, bentuk, huruf, ruang, paduan dari kelimanya, dan masih banyak lagi.
Unsur-unsur tersebut akan diolah menjadi banyak bentuk mulai dari foto, video, logo, ilustrasi, hingga desain website. Ini sebabnya orang-orang DKV makin banyak dicari, kebutuhan iklan dan publikasi meningkat pesat di era media sosial.
4. Mempelajari dasar-dasar visual publikasi
5 Hal yang Dipelajari Mahasiswa DKV, Wajib Jago Gambar Gak sih?Pexels/Rawpixel
Gak cukup mahir menghasilkan karya visual saja, kuliah di prodi DKV juga akan mengajarkan dasar-dasar visual publikasi. Sebuah karya harus memuat pesan yang informatif secara efektif. Dibalut dengan kreativitas, karya visual jadi punya fungsi komunikatif bagi pemirsanya.

5. Menyusun strategi visual branding

5 Hal yang Dipelajari Mahasiswa DKV, Wajib Jago Gambar Gak sih?Pexels/Rawpixel
Jika dasar-dasar menghasilkan karya visual dan publikasinya sudah dipelajari, biar tepat sasaran dibutuhkan yang namanya strategi. Ada mata kuliah tentang bahasa rupa dan narasi visual yang wajib dipelajari mahasiswa DKV.
Tujuannya agar visual branding yang dihasilkan bisa memuat informasi secara efektif dan komunikatif. Seperti saat membuat video iklan untuk baju muslim wanita misalnya, memilih model, lokasi pengambilan video, dan menyusun adegan adalah beberapa contoh bahasa rupa.
Simpelnya, bahasa rupa adalah cerita atau pesan yang disampaikan sebuah lewat seni visual. Jadi orang yang menyaksikannya bisa menangkap apa yang dimaksud oleh karya tersebut, tanpa perlu diberi petunjuk khusus atau disertai percakapan. Seru, kan?
Kelima poin di atas menggambarkan serunya perkuliahan di prodi DKV secara garis besar. Gimana, bikin kamu tertarik gak?

APA ITU DESAIN KOMUNIKASI VISUAL?




Desain Komunikasi Visual masih sangat asing terdengar di kalangan masyarakat awam yang biasanya di identikan dengan tukang print atau tukang buat reklame dan baliho. Sehingga bnayak orang memandang sebelah mata tentang dunia desain, atau Desain Komunikasi Visual identik dengan iklan  memang tidak salah tentang pernyataan ini namun hal ini juga tidak benar sepenuhnya karena iklan hanya salah satu sarana (media) yang dihasilkan oleh Desain Komuikasi Visual.


Sekarang akan saya jelaskan lebih spesifik lagi tentang Desain Komunikasi Visual (DKV), mari kita mulai dari definisi tentang  DKV itu sendiri, ditinjau dari asal kata (etimologi) istilah ini terdiri dari tiga kata, Desain diambil dari kata “designo” (Itali) yang artinya gambar. Sedang dalam bahasa Inggris desain diambil dari bahasa Latin (designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam dunia seni rupa istilah desain dipadukan dengan reka bentuk, reka rupa, rancangan atau sketsa ide.
Selanjutnya Komunikasi berarti menyampaikan suatu pesan dari komunikator ( penyampai pesan ) kepada komunikan (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris communication yang diambil dari bahasa Latin “communis” yang berarti “sama” ( dalam Bahasa Inggris:common ). Kemudian komunikasi kemudian dianggap sebagai proses menciptakan suatau kesamaan ( commonness ) atau suatau kesatuan pemikiran antara pengirim ( komunikator ) dan penerima ( komunikan ).
Sementara kata Visual bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual.
Jadi Desain Komunikasi Visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan ( arts of commmunication ) dengan menggunakan bahasa rupa ( visual language ) yang disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang ingin diwujudkan. Sedang Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya.
Serasa Kurang lengkap jika kita tidak mengulas sedikit tentang sejarah  DKV, Sejak jaman pra-sejarah manusia telah mengenal dan mempraktekkan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual pada jaman ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah hieroglyphics yang digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan kemajuan jaman dan keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke tulisan, contohnya prasasti, buku, dan lain-lain. Dengan perkembangan kreatifitas manusia, bentuk tulisan ini berkembang lagi menjadi bentuk-bentuk yang lebih menarik dan komunikatif, contohnya seni panggung dan drama; seperti sendratari Ramayana, seni pewayangan yang masih menjadi alat komunikasi yang sangat efektif hingga sekarang.
Sebagai suatu profesi, Desain Komunikasi Visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, maka ia harus menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”. Spesialis-spesialis ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi); typographers (penata huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detil dan memberi instruksi kepada percetakan; illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa dan lain-lain.
Dalam perkembangannya, desain komunikasi visual telah melengkapi pekerjaan dari agen periklanan dan tidak hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan surat kabar yang menampilkan iklan tersebut.Desainer komunikasi visual telah menjadi bagian dari kelompok dalam industri komunikasi – dunia periklanan, penerbitan majalah dan surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations).
Desain Komunikasi Visual baru populer di Indonesia pada tahun 1980-an yang dikenalkan oleh desainer grafis asal Belanda bernama Gert Dumbar. Karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.
Adapun Fungsi Desain Komunikasi Visual yaitu  yang pertama sebagai sarana identifikasi
            Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian juga dengan suatu benda atau produk, jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk itu dan mudah dikenali, baik oleh produsennya maupun konsumennya. Kita akan lebih mudah membeli minyak goreng dengan menyebutkan merek X ukuran Y liter daripada hanya mengatakan membeli minyak goreng saja. Atau kita akan membeli minyak goreng merek X karena logonya berkesan bening, bersih, dan “sehat”.
Yang Kedua sebagai sarana informasi dan instruksi
Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala; contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah. Informasi akan berguna apabila dikomunikasikan kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat, dalam bentuk yang dapat dimengerti, dan dipresentasikan secara logis dan konsisten. Simbol-simbol yang kita jumpai sehari-hari seperti tanda dan rambu lalu lintas, simbol-simbol di tempat-tempat umum seperti telepon umum, toilet, restoran dan lain-lain harus bersifat informatif dan komunikatif, dapat dibaca dan dimengerti oleh orang dari berbagai latar belakang dan kalangan. Inilah sekali lagi salah satu alasan mengapa desain komunikasi visual harus bersifat universal.
Dan yang terakhir adalah sebagai sebagai sarana presentasi dan promosi
Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster. Penggunaan gambar dan kata-kata yang diperlukan sangat sedikit, mempunyai satu makna dan mengesankan. Umumnya, untuk mencapai tujuan ini, maka gambar dan kata-kata yang digunakan bersifat persuasif dan menarik, karena tujuan akhirnya adalah menjual suatu produk atau jasa.
Jika Anda ingin menjadi Desainer Komunikasi Visual yang baik, anda harus memperhatikan 3 hal dalam Desain Komunikasi Visual yaitu
  1. Elemen – elemen DKV
  2. Unsur-Unsur DKV
  3. Prinsip- prinsip DKV